IODM (Indian Ocean Dipole Mode)

IODM (Indian Ocean Dipole Mode)

Analysis by Sandro Lubis 
Undergraduate Student of Institute of Meteorology, Bogor Agricultural Unviersity, Indonesia

IPB 2009

 

iod-negative

iod-positive

Menurut Saji et al. (1999a)IODM adalah sebuah fenomena fisis samudera dan atmosfer di kawasan Samudera Hindia ekuator yang ditandai dengan adanaya anomali negatif suhu permukaan laut dibagaian barat Samudera Hindia. Fenomena IODM ini pertama kali ditemukan oleh Toshio Yamagata, guru besar dari Tokyo University, dan timnya yang melakukan observasi iklim di Samudra Hindia pada program JAMSTEC tahun 1999 (Sumber: http://www.jamstec.go.jp). Sinyal fenomena IODM sering diasosiasikan dengan perubahan anomali suhu muka laut (SPL) antara Samudera Hindia tropis bagian Barat (50o E -70 o E dan 10 o S – 10 o N) dengan Samudera Hindia tropis bagian Timur (90o E -110 o E dan 10 o S – 10 o ekuator). Hasil penelitian ini memberikan nilai koefesien korelasi sebesar 0.7.

Jika anomali SPL di Samudera Hindia tropis bagian barat lebih besar daripada di bagian timurnya, maka akan terjadi peningkatan curah hujan dari normalnya di pantai timur Afrika dan Samudera Hindia bagian barat. Sedangkan di Indonesia mengalami penurunan curah hujan dari normalnya yang menyebabkan kekeringan, kejadian ini biasa dikenal dengan istilah Dipole Mode Positif (DM +). Fenomena yang berlawanan dengan kondisi ini dikenal sebagai DM (-) (Ashok et al. 2001, diacu  dalam Hermawan 2007). DM terjadi secara independen dengan ENSO (Saji et al. 1999). Variasi dampak DM sangat beragam dan merupakan fungsi waktu dan tempat oleh karena itu untuk menghitung kekuatan dari DM dapat dihitung dengan indeks yang disebut Indeks Dipole Mode (DMI). DMI merupakan gradien anomali suhu permukaan laut antara Samudera Hindia  Barat dan  Samudera Hindia  Timur.

~ by sandrolubis on April 25, 2009.

5 Responses to “IODM (Indian Ocean Dipole Mode)”

  1. Hallo Zulkarnaen,
    Jika saya perhatikan dari grafik DMI Reynolds OIv2, tahun 2011 adalah tahun DM+, fase max July 2011-Jan 2012, karena terjadi peningkatan SST anomaly di Western Indian Ocean. Implikasinya, anomali negatif curah hujan di Indonesia (terutama bagian barat Indonesia).

  2. klo tahun 2011 kemaren, terjadi gak IODM????
    makasih sebelumnya??

  3. halooo salam kenal yak… ternyata sekarang anak GFM makin keren ya…dulu ga ada loh mahasiswa GFM yang mau ngebahas meteorology sekala meso ginih… pembimbingnya pak bey ya …?? saya banyak tuh koleksi jurnal di rumah ttg dipole mode… tapidulu nggak terlalu ngerti & sekarang malah nggak ngerti…

    fikri GFM 38

  4. seru euy… dapat dari mana

  5. bagus banget materinya…. terus yah berinovasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: