Mikrofisika Awan (Cloud Microphysics Part I)

Cloud Microphysics

By

Sandro Wellyanto lubis

Department of  Geophysics and Meteorology IPB- 2008

(Manuscript for Physical Meteorology Course)

Full text can be downloaded here: Cloud Microphysic by Lubis, Sandro 2008

Introduction

Awan adalah kumpulan butir-butir air atau kristal es kecil di atmosfer yang merupakan  produk dari proses kondensasi uap air dengan konsentrasi sekitar seratus butir cm3 dan radius sekitar 10 mm (Lutgens, 1982 dan Rogers, 1983).

Awan terbentuk ketika uap air menjadi jenuh dan mengalami kondensasi. Penjenuhan dapat terjadi karena penambahan air (penyatuan), tumbukan, atau kombinasinya. Proses pembentukan awan merupakan suatu rangakaian proses yang rumit dan melibatkan proses dinamik dan proses mikrofisik. Proses dinamik berhubungan dengan pergerakan parsel udara yang membentuk suatu kondisi tertentu sehingga terbentuknya awan. Proses mikrofisik adalah proses pembentukan  awan  melalui proses kondensasi uap air dan  interaksi antar partikel butir air (mechanics) .Faktor-fakor utama yang mempengaruhi proses perkembangan awan (Ahrens, 2007) diantaranya adalah:

  • -Pemanasan permukaan dan free convection
  • -Pengangakatan/lifting mechanism yang dipengaruhi oleh topografi
  • -Proses pengangkatan /lifting mechanism akibat konvergensi pada permukaan udara
  • -Pengangkatan udara/lifting mechanism di sepanjang frontal regions

Keberlangsungan proses ini sangat ditentukan oleh kadar uap air di atmosfer, distribusi aerosol higroskopis dan gerak udara vertikal (Tjasjono, 1988).  Kadar uap air bergantung pada proses evaporasi dengan syarat adanya sumber uap air dipermukaan, sumber energi untuk pengangkatan, dan kondisi atmosfer. Distribusi aerosol berhubungan dengan konsentrasi dan jenis aerosol yang turut serta dalam proses pertumbuhan awan. Keberadaan aersol higroskopis di atmosfer akan sangat berperan dalam proses pertumbuhan awan.Proses perkembangan drop atau droplet dalam proses pertumbuhan awan melibatkan beberapa persamaan penting seperti Raoult, Kelvin, Koehler, Fick, Stokes dan persamaan-persamaan lainnya yang memberikan serangkain penjelasan  mekanisme terbentuknya awan.

References

Ahrens. 2007. Meteorology Today; An Introduction to Weather, Climate, and the Environment. Thomson Brooks/Cole : USA

Knollenberg, R.G. 1981. Techniques for Probing Cloud Microstructure.pp: 15-91.In :Hobss,P.V &A . Deepak (eds). Clouds: Their Formation Optical Properties and Effect. Acad Press, Inc. New York.

Rogers, R.R. 1983. A short Course in Cloud Physic. 2nd ed. Pergamon Press. Oxford.

Twomey, S. 1977. Atmospheric Aerosol. Elsevier Scientific Publishing Company : Amsterdam.

Wallace, John. M and Peter V. Hobbs. 1977. Atmospheric Science: An Introductory Survey. Academic Press, Inc : New York.

WMO.1981. Compendium of Meteorology. Volume 1 part 2-Physical Meteorology WMO-No. 364. Geneva.

 

~ by sandrolubis on June 10, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: